CHAPTER VI bagian c MY CUTE AND LOVELY SENIOR

Kudorong tubuhnya sampai kembali menyandar di kursinya dan aku langsung melangkahi persneling dan duduk di atas pangkuannya. Kucium bibir Tyan untuk menyibukkannya dan tangan kiriku membawa penis Tyan masuk ke dalam vaginaku yang sudah siap.

Ciuman itu meredam desahan kami saat penisnya amblas memasuki tubuhku. Awalnya aku hanya bergerak perlahan menikmati gesekan kecil tubuh kami saat aku bergerak naik turun. Namun, rupanya Tyan yang sudah tak sabar memompa tubuhku dengan lebih keras dan cepat. Kedua tangannya dilewatkan melalui bawah ketiak dan menahanku tetap ditempat dengan cengkraman di bahu. Kakinya mendorong lantai mobil dan pinggulnya terdorong keatas membuat penisnya melesak semakin dalam.

Oh God… Yan… Argh… Oh… Iya Yan… terus… Oh…”

Sssh… argh… Mmh…”

Posisi ini memang selalu membuatku jadi lebih gampang keluar… karena klitorisku terus bergesekan dengan kulitnya dan itu membuatku semakin nikmat. Benarlah… Tak lama… Kakiku sudah terasa lemas karena orgasme yang datang beberapa kali… hanya beberapa menit sebelum kurasakan cengkraman Tyan di pundakku pun ikut menegang dan kemudian ledakan itu terjadi di dalam perutku.

Bisa kurasakan letupan-letupan itu membawa ketegangan mengalir keluar dari tubuh Tyan. Badannya kembali relax dan matanya terpejam, menikmati moment berharga. Moment yang mungkin akan jadi yang terakhir dalam hidupnya. Moment ejakulasi karena tubuh seorang wanita.

Begitu lengan-lengan Tyan membebaskanku, aku langsung berpindah tempat, kembali ke kursiku sendiri. Kulirik Tyan yang masih sibuk mengatur napas sambil memejamkan mata.

Boleh aku tahu… Kenapa kamu bawa-bawa nama Romy tadi?” tanyaku pelan,

Hhh… aku bilang gitu?”

Iya… kamu bilang Romy pernah memperingatkanmu untuk gak terlalu deket ama aku!”

Oh… iya… Itu kisah lama!” lanjutnya,

Pastinya…”

Beberapa saat sebelum pelulusan tepatnya. Apa kamu tahu pas jaman SMA aku pernah lumayan naksir ama kamu?” tanyanya masih menutup mata dengan lengannya,

Hah? Nggak…”

Yup… gue bener-bener jatuh cinta ama kamu saat itu!”

Bukannya saat itu kamu sudah jadi gay?” terus terang aku sendiri terkejut dengan apa yang dikatakan Tyan,

Siapa bilang? Itu cuma gosip basi! Yeah walaupun akhirnya bener-bener jadi kenyataan…” katanya sambil tersenyum geli, “Dia tahu aku naksir kamu dan berencana untuk ngajakin kamu jadian saat itu!”

Yang tidak pernah kamu lakuin saat itu!” kataku lagi,

Yup… gak pernah sempat aku lakuin… Karena dia langsung menemuiku begitu tahu aku mau nembak kamu! Dan… menasehatiku panjang lebar… Aku percaya aja karena saat itu aku juga sadar kalau dia bisa dibilang cowok yang paling deket ama kamu selain bodyguard-bodyguard itu!” jelasnya sambil memperbaiki posisi duduknya,

Apa tepatnya yang dia bilang ke kamu?” tanyaku sedikit penasaran,

Dia pernah bilang sambil bercanda kalau kamu tuh iblis kecil yang disukai banyak orang… dan gue gak akan bisa membuat kamu berhenti menjadi seperti itu! Aku gak seberapa paham sih maksudnya tapi dengan teguran itu aja gue tahu apa maksud Romy… Kamu ada pada area terlarang!” katanya sambil membuat tanda silang dengan lengannya,

Ternyata dia bener kan?!” kataku sambil tersenyum geli,

Yah… more ‘n less deh! Mungkin kalau saat itu aku jadi nembak kamu… Aku gak akan jadi gay!” katanya sambil menatap ke kegelapan di luar mobil,

Lu juga bukan gay kok sekarang…” kataku,

Gue gak habis pikir gimana bisa aku ML ma kamu… Padahal ama cewek lain gue gak pernah kepancing kayak gini. Hhh… kayaknya gue mesti batalin pernikahan itu deh!”

Pernikahan gay? Why not?” tanyaku lagi padanya, masih tak habis pikir dengan kesetiannya yang ampun-ampun ama pasangan gaynya itu, “Kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak bisa terpancing ama cewek lain… just me!

Gue udah khianatin dia, Nina!”

Anggap aja mengucapkan selamat tinggal kepada masa lalu… Bukannya kamu sebelumnya masih ada ganjalan karena pernah mencintai aku… Sekarang kan sudah nggak lagi… Jadi kamu masuk ke dalam pernikahan kalian benar-benar tanpa beban!”

Yah kamu ada benarnya juga!” katanya lagi sambil membuka pintu mobil, “Gantian Na! Biar gue aja yang nyetir! Kalau kamu nyetir lagi gak tahu deh mau kamu berhentiin dimana lagi nih mobil!” katanya sambil membuka pintu sopir,

Hehehe…” aku hanya nyengir menanggapi kata-kata Tyan, “Rencana gue sih cuma satu ronde itu, tapi kalau kamu masih pingin nambah… ntar sebelum masuk jalan tol ada penginapan kok!” kataku setelah masuk ke dalam mobil lagi,

Gila! Nggak… kita pulang!” kata Tyan sambil menyalakan mesin mobil.

Hubungan kami gak akan pernah sama lagi… Mungkin semua orang tahu bahwa dia seorang gay, tapi hanya aku yang tahu dan bisa membuatnya menjadi cowok normal. Aku hanya berharap semoga Cdku yang basah dan lembab yang ada di kantongnya itu gak akan ketahuan ama cowoknya.

Kaitkata: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.